Kamis, 24 Juli 2014

CerMin :: Selamat datang cinta !!

Semalam tidurku cukup nyeyak, sampai aku bermimpi bertemu dengannya. Dia berdiri di sana, entah dimana. Dia menatapku tanpa sepatah katapun terucap darinya. Tatapan yang langsung menusuk dalam hatiku.
Aku berdiri, entah dimana. Yang kulihat hanya pepohonan tinggi dan di penuhi dengan tanaman bunga yang sedang mekar. Dia menghampiriku. Berdiri di depanku. Dia hanya menatapku. Aku pun diam seribu kata. Cukup lama dia menatapku. Sampai terdengar suara ibuku membuyarkan semua mimpi indahku.
“tiara, bangun.. kamu gak kerja?” teriak ibuku sambil mengetuk pintu kamar.
“iya, bu... aku dah bangun” sahutku sambil menahan rasa kantuk yang masih tersisa.
aku berusaha membuka mata yang masih menyisakan kantuk semalam. “ternyata hanya mimpi, ya?” kataku sambil garuk kepala yang tak gatal. Aku tersenyum, entah kenapa aku begitu senang ketika dia menemuiku. Bahkan hanya dalam mimpi.
Aku beranjak dari tempat tidur favoritku. Dan bersiap bertemu dengannya. Eh maksudku bersiap untuk ke kantor..hehe. tapi aku berharap aku bertemu dia seperti dalam mimpiku.
“gak sarapan dulu, ra?” tanya ibuku ketika melihatku terburu-buru keluar kamar dan mencari kunci motorku.
“dah telat bu..” sahutku sambil menyalakan mesin motor yang telah terparkir di depan rumahku.
“kamu tuh ya,, makanya besok bangunnya jangan kesiangan.”
Aku hanya senyum “aku pergi dulu, bu.” Setelah berpamitan aku langsung menggas motorku ke jalan raya.
“Pukul 8 lewat” ku tatap jam tangan yang melekat di pergelanganku. ku parkir motorku, ku tengok kanan kiriku. “dia belum datang” kataku setelah aku tak melihat motornya terparkir dimanapun.
“lagi nyari sesuatu?” tiba tiba terdengar suara yang mengejutkanku.
“eh.... nggak ada kok” aku tersenyum ketika tahu suara yang datang adalah suara seseorang yang hadir dalam mimpiku semalam. Hatiku tiba-tiba berdegup gak karuan.
“terlambat, ya? Tanyanya
“kamu juga.”
“hehehe... iya” dia tersenyum membuat hatiku semakin gak karuan. Tak banyak percakapan yang tercipta. Kami meninggalkan parkiran dan menuju ke departemen masing-masing.
“ra, telat lagi?” tegur sesil setelah aku sampai di meja kerjaku.
“iya, soalnya bangunnya kesiangan.” Jawabku dengan wajah di sendukan.
“ wah,, ini yang harus aku selesaikan?” aku kaget melihat map yang menunggu akan diselesaikan menumpuk di atas mejaku.
Sesil hanya mengangguk. Dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
“wajahmu hari ini kok berseri-seri banget, ya?” tanya sesil menggangguku.
“apa sih, sil?. Aku sedang bekerja nih.” Sesil adalah teman kantor yang  akrab denganku. Secara dia adalah teman sekampusku dulu. Dan dia yang merekomedasikan aku masuk di kantor ini.
“hmmm.. gk mau jawab. Awas ya kalau mau curhat gak mau denger?” sesil mengancamku
“iya..iya... jangan gitu donk...nanti aku cerita”
“siiiipppp”. Kami melanjutkan pekerjaan kami sampai jam makan siang memanggil.
Kami duduk di kantin kantor dan memesan makanan favorit kami. Semangkok bakso dan segelas teh dingin. “sil, tadi aku ketemu arham di parkiran loh !!!” kataku memulai pembicaraan.
“terus dia bilang apa?” sesil merespon omonganku.
Aku paling suka menceritakan sesuatu pada sesil. Dia adalah sahabat sekaligus rekan kerjaku.
“jadi” tanya sesil penasaran yang entah apa maksudnya.
“jadi apa?’ tanyaku tak mengerti
‘‘dia ngajak kamu jalan gak?”
“nggak” Aku geleng kepala.
“ra, kamu suka sama arham? Jawab!!” tanya sesil menggodaku.
Entah kenapa pertanyaan sesil membuat aku tersipu malu, apa ini tanda kalau aku memang menyukainya. “aku gak tau” belum sempat aku menyambung omonganku seseorang menghampiri kami.
“boleh gabung gak?” tanyanya sambil menarik kursi lalu duduk di antara aku dan sesil.
“boleh..boleh” sesil dengan semangat meyilakan arham untuk bergabung dengan kami.
“wah.. kayaknya enak tuh makan bakso”
“iya, pesan aja ma mbaknya” kataku
Kami menikmati makan siang kami. Tak ada pembicaraan yang aneh-aneh antara aku dan arham. Apalagi kepada sesil...hehe
“oia, ra... ntar pulang kantor kamu kemana?” tanya arham ketika sesil beranjak ke toilet. Hanya tinggal aku dan arham duduk berhadapan.
“eh... gak kemana-mana, langsung pulang kerumah” jawabku
“lagi cerita apa, hayo?” sesil tiba-tiba muncul dan menggoda kami berdua.
“emang kami cerita apa?” tanya arham
“aku ganggu, ya. Sorry deh”
“gak, kok sil. Sensi banget sih.”
“oh.. gk papa kok. Ya udah lanjutin aja ceritanya. Aku mau lanjutin kerjaanku juga. Dah..”
Kepergian sesil, tak membuat aku dan arham menyambung cerita panjang lebar. Kami kambali pada kerjaan masing-masing, yang sebelumnya aku dan arham udah janjian ketemu besok sore di sebuah rumah makan.
“wah,,wah. Ada yang lagi jatuh cinta nih” sesil lagi2 menggodaku. “kalian ngomongin apa?’ tanya sesil penasaran.
“dia ngajak ketemuan” kataku dengan hati yang sedang berbunga.
“kapan, dimana, jam berapa?’ tanya sesil semangat.
“ada deh, rahasia?” aku tersenyum membuat sesil terlihat dongkol.
“iya deh. Terserah. Yang penting kamu bahagia.. aku juga bahagia”
Hari semakin sore. Pekerjaan yang sedari pagi menumpuk sekarang makin berkurang. Aku merapikan mejaku yang berantakan. Dan bersiap untuk pulang kerumah kesayangan.
“cie..cie yang besok mau ketemuan. Kebetulan besok kita liburkan?”
“Sil, aku seneng banget waktu arham ngajakin jalan.” Hatiku berbunga-bunga
“itu kesempatanmu buat ungkapin semua perasaan kamu pada arham.”
“aku harap, arham juga suka ma aku”
‘aku doain, moga kencanmu berjalan lancar.”
‘aamiin.”
Aku tak bisa tidur memikirkan peristiwa yang akan terjadi besok. Aku berusaha memejamkan mataku dan berharap malam cepat berakhir. Aku tak sabar bertemu dia.
*
Waktu yang ditentukanpun tiba. Aku masuk di sebuah rumah makan sambil menengok kesana sini. Mencari arham yang katanya sudah menungguku. Dia melambaikan tangan. Aku menghampirinya.
“maaf, uda nunggu lama.”
“ya, lumayan. Tapi nggak papa kok.”dia senyum dan menyilakan aku duduk.
Hatiku berdegup tak berbentuk. Dag..dig...dug. seandainya dia bisa mendengar suara hatiku, pasti dia akan tertawa. Aku harap dia tidak menangkap sesuatu yang aneh dari tingkahku saat ini.
“kamu cantik hari ini.” Dia membuka pembicaraan. Aku tersenyum malu “makasih.”
banyak percakapan yang terjadi antara kami. Dari hal sepele sampai ke hal yang membuat jantungku hampir copot. Dia mengungkapkan perasaannya padaku. Hal yang tak pernah ku duga tapi menjadi sebuah harapanku saat ini.
“sudah lama aku ingin katakan sesuatu sama kamu, tapi baru hari ini aku memiliki keberanian untuk ini, aku menyukaimu dan aku ingin selalu ada di dekatmu.” Katanya yang nyaris membuat hatiku menyembul keluar dari tubuhku.
Aku tersenyum, dan bertingkah sewajarnya, (ya, sedikit jaim gak papa donk...heheh). aku diam seolah-olah aku sedang menimang perkataannya. “sebenarnya,, aku juga suka sama kamu.” Kataku akhirnya. Dan bertepatan dengan itu, kami pun resmi jadian.
*
“akhirnya, kamu punya pacar juga” kata sesil ketika aku menceritakan semua padanya.
“kamu benar,,aku memang harus membuka hatiku untuk seseorang”
“baguslah, itu lebih baik dari pada menutup diri hanya karena rasa sakit yang dulu kau simpan sangat lama hanya akan membuat hidupmu tak berarti dan hampa. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu dan cukup di simpan dan tak perlu di ungkap kembali” kata sesil panjang kali lebar.
“tumben kamu pinter, sil”
“enak aja, emang dari dulu aku pinter kok” sambil menjitak kepalaku.

Sesil memang benar, masa lalu hanya sebuah kenangan yang harus di simpan dalam kotak peti lalu di kubur dalam-dalam sampai mencium ujung bumi. Tak perlu di ungkap lagi dan tak perlu di ingat lagi. Sekarang aku akan menjalani hidupku yang baru dengan seseorang yang baru. Dan ku katakan pada diriku sendiri “selamat tinggal masa lalu, selamat datang cinta”.

Nyanyian Rindu :: Kenangan Masa Lalu



Q biarkan semua mengalir bagai air dalam sungai kehidupan, dan menyerahkan kepada sang waktu kapan air itu akan menuju muaranya. Mungkin itulah kisah baru yang akan Q mulai. Kini senja tak lagi dilewati sendiri, meski sapaan mentari jingga masih menitipkan sepi yang berlama-lama dengan sedu sedan yang mendatangkan duka lagi.

Memang tak ada salahnya mencoba tegar kembali bagai waktu-waktu yang telah pergi. aQ berusaha keras melakukan itu dengan menepis mimpi-mimpi yang tak lagi pasti. Mungkin saja yang telah pergi tak akan pernah kembali.  Barangkali seperti itulah cinta yang sulit di kuak dan masih menjadi misteri.

aQ memikirkan satu cara untuk melupakan apa yang terasa berat dihati saat masalah itu datang menghinggapi. aQ berdiri di atas motor yang berjalan, dengan kedua tangan telentang. Lalu aq, membayangkan kalau saat itu aQ terbang. Sejenak Q lupakan semua masalah yang menyesakkan dan Q bayangkan kalau aQ bisa terbang, pasti aQ merasakan apa yang Q bayangkan. aQ dapat melihat bagaimana jingga matahari terbias dalam air danau sehingga berubah menjadi lukisan alam yang sempurna.

aQ membagikan kesedihanQ pada semua yang aku lihat sampai aQ merasakan kalau kesedihan itu tidak bersisa lagi. aQ berusaha menyimpan rasa itu pada kedalaman kenangan bersama seorang terdahulu. Namun, aQ tidak pernah tahu bagaimana cinta itu akan jelang lagi dengan cara cinta itu sendiri. Rasa itu begitu saja datang menyapa dan menyentuh. 

Bagaimana fajar itu akan terasa kalau tidak pernah melakukan perjalanan malam? Dan aQ seperti hanyut dalam perenungan jiwa yang dalam, bukan karena aQ tidak lagi percaya akan cinta. Tapi, aQ ingin membuat keputusan yang tepat setelah mencoba membuka pintu hatiku kembali untuk hadirnya cinta yang baru. aQ mengabaikan kelelahanQ dan berusaha meraih keceriaan yang hilang. Dan cerita boleh saja hilang dan ada keinginan untuk menggantinya dengan kisah baru, hingga semuanya ada dan tiada seiring perjalanan hari yang datang dan pergi. Datang dan pergi lagi, terus begitu dan selamanya akan seperti itu. Tiada yang tau apakah kisah hari ini, esok dan hari-hari berikutnya akan menjelma menjadi kebahagiaan atau malah sebaliknya, menjadi duka lara, tidak yang tau. 

Tapi, aQ tidak pernah berharap kalau akhirnya cinta itu akan pergi menjauh dan akhirnya menghilang. aQ sedih, akhirnya rindu menjadi nyanyian baru dalam sendiriQ. aQ bagai merasa kehilangan sayap dan merasakan perih ketika sepasang sayapQ patah tertusuk ilalang. Kerinduan itu menjdi sendu yang berkepanjangan. aQ tidak pernah berharap akan hal itu. Tapi, semuanya telah terjadi dan membuat aQ lelah. Bahkan sangat lelah. Tapi, siapa yang tau kalau sekali waktu hujan akan datang dan menyuburkan tanaman ilalang di taman luas yang pernah menjadi saksi menyatunya dua hati yang berbeda. 

Tak ada bicara karena terkadang diam itu menjadi pilihan saat ingin merasakan keindahan itu lebih sempurna. Namun, haruskah aQ terus-menerus hanyut dalam kesendirian yang memilukan itu? aQ tidak tau. Dalam diam ada kekhawatiran yang membuatQ cukup tersiksa. Cinta menghendaki kebahagiaan bagi yang dicintai meski cinta itu tidak di miliki seutuhnya, atau bahkan cinta itu tidak akan pernah dimiliki. Barangkali itulah bentuk pengorbanan itu untuk orang yang dicintai. 

Kenangan masa lalu itu memang belum sepenuhnya terlupakan dan memang tidak akan pernah terlupakan. Karena disana ada penggalan-penggalan keindahan menyertainya. Seberapa kuatnya aQ menjaga tirai hati itu, akhirnya terkoyak dengan kesombongan kasih masa lalu. Kemudian meninggalkan segores perih yang membias pada pandaran wajah yang pucat. Mirip pagi hari yang pemalu dengan seulas senyum kecil yang patah. Dalam perjalanan hidup ini, ada yang datang dan ada yang pergi. Ada suka dan ada duka. Semuanya telah di tata seperti itu, dalam panggung sandiwara kehidupan. Akan terus seperti itu, hingga datang kehidupan berikutnya yang abadi. Kehidupan yang penuh dengan pesona cinta.
Lalu, apalagi yang bisa Q lakukan dalam batas ketidakberdayaanQ, selain merintih, memohon, dan berharap dalam doa-doa yang sanggup dipanjatkan kepada yang Maha Kasih.

Nyanyian rindu

Cinta terkadang harus meninggalkan rindu sepanjang pengharapan itu. Cinta membuat sunyi dikala sendiri. Ini adalah rasa di dalam asa, juga derita jiwa yang penuh dengan dahaga kenikmatan. Kenapa cinta memilih pergi disaat bahagia nyaris sempurna?

Buat apa kebersamaan itu kalau tidak lebih dari sebuah fatamorgana yang hanya indah dikejauhan sana. Tapi akhirnya sirna. Itu tidak lebih seperti mimpi dan akan hilang dikala aku terbangun. Tapi tetap saja meninggalkan perih setelah engkau menghempaskan cinta itu buatku.

Ada bahasa yang ingin Q sampaikan lewat tatapan mataQ. Bahasa kesyukuran karena pernah ada orang dalam cerita kehidupanQ. Dan tidak akan pernah hilang meski perpisahan itu ada. Juga bahasa duka yang mendalam.
Ada warna hati yang terasa berbeda waktu itu, mungkinkah sedih, gembira atau sendu sebab rindu yang sudah mulai menyapa?. Semua terasa dan sepertinya warna itu akan bercerita lain tentang ujung perjumpaan. Apalagi kalau bukan perpisahan yang sebentar lagi akan menyapa cinta yang pernah ada. Seiring langkah yang mulai kian menjauh, dan akhirnya menghilang.

Sejak pelukan terkahir dan menjadi pelukan perpisahan, keindahan demi keindahan itu seolah pudar, bersama gumpalan awan kesunyian. Sendiri membawa serta sepi, sunyi menjadi lukisan paling indah di dinding hati.
Sendiri terasa lebih indah untuk menikmati kidung cinta yang tidak sempurna. Namun, tak ada keinginan untuk membuatnya lebih berkesan, selain memoles pertemuan itu dengan senyum yang dipaksakan.
Hari ini, esok dan hari berikutnya tidak memberikan cerita-cerita bermakna. Sketsa warna itu nampak sama. Tidak lagi berwarna-warni bagai waktu lalu yang tertinggal. Tak terdenagr lagi gaung puisi sebagai pemujaan untuk sang dewi. Sepertinya sang dewi masih terlelap dalam mimpi-mimpi malam.

aQ membiarkan kerinduan itu bertiup seperti sepoi-sepoi angin di musim panas saat mempermainkan dedaunan. Sejuk dan seperti itulah rindu mempermainkan diriQ. Terasa menggelitik dan tidak pernah membiarkan jiwa ragaku melewati kedamaian itu.

aQ membagi kerinduan demi kerinduan itu pada cakrawala. Semuanya percuma, karena hanya akan menghadirkan kerinduan baru.


Inilah perjuampaan sebenarnya terus menjadi harap disetiap malam panjang dan penghias disetiap mimpi-mimpiQ  selama ini. Saat ini, rasa itu seperti lebih nyata dan semakin jelas arah tujuannya.

Salam buat sang fajar

Lihatlah hari ini
Sebab ia adalah kehidupan
Kehidupan dari kehidupan
Dalam sekejap dia telah melahirkan nikmat pertumbuhan
Pekerjaan yang indah
Indahnya kesenangan
Karena hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi
Dan esok hari adalah bayangan
Namun, hari ini
Ketika kita telah hidup sempurna telah membuat hari kemarin sebagai impian yang indah
Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harapan
Maka lihatlah hari ini
Inilah salam untuk sang fajar



????

Aku sempat berpikir ini dan itu
Hingga aku benar-benar kehilangan pikiranku
Aku hendak memahami ini dan itu
Hingga aku benar-benar tidak tau apa pun
Aku ingin ini dan itu
Hingga aku tak tau apa yang sebenarnya aku inginkan
Aku mencoba mencerna semua hal yang ada padaku
Namun, tak kudapati sesuatu pun yang bisa membuatku mengerti
Ini atau itu
Tak satupun membuatku mengerti
Ketika ini menjadi itu
Ketika itu menjadi ini
Ah,,,betapa bodohnya aku ini
Aku menjalani hidupku, namun aku tak pernah ingin memahami apa pun
Dan sekarang, ketika aku benar-benar ingin tau
Tapi tak pernah mendapatkan jawaban apa pun
Karena tak ada seorang pun di sini
Tak ada siap pun, aku sendiri bersama sepiku
Hingga akhirnya, aku pun terbaring dengan sejuta pertanyaan yang terus mengapung di kepalaku

Senin, 21 Juli 2014

yang terpenting saya bisa berbuat baik

biarkan matahari membalut semua peluhku
aku tak ingin hiraukan 
betapapun panasnya menjilati kulitku
 biarkan angin menyapu semua mimpiku
aku tak akan hiraukan
betapapun angin ingin mengusirku
biarkan semua mengalir seperti air
biarkan waktu yang akan membawaku pada kisah dan mimpiku
biarkan aku pada jalanku saat ini
baik buruknya aku
inilah aku 
saya tidak munafik
dengan berpura-pura baik
karena yang terpenting saya bisa berbuat baik. 

ketika kau

sunyi ini akan hilang
ketika kau hadir mengusir sepiku
menghadirkan setitik senyum pada tawaku yang berkabung
sepi ini akan sirna
ketika kau di sini membalas rinduku
menghadirkan sebuah kisah dan cerita
melukis cerita tentang kita
dan ketika kau pergi lagi
seketika itu pula kau melukis kesunyian pada hariku yang pernah kelabu.

sedang rinduku tak berbalas

sulit untuk menerjemahkan perasaan ini.
cemburukah?, marahkah?, atau kecewa.
entahlah, yang ku tau saat ini aku sedang merindu
sedang rinduku tak berbalas
saya benci perasaan ini
saya benci menyukai seseorang
saya benci mengatakan ini
"aku merindukanmu, seperti aku merindukanmu kemarin".